Senin, 03 April 2017

Penjelasan Zakir Naik tentang Surat Al Maidah Ayat 51

Usai Zakir Naik [suara.com/Bagus Santosa] menerangkannya, seorang penerjemah menjelaskan dalam bahasa Indonesia.
Ketika bertemu dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan di gedung Parlemen, Senayan, Jumat (31/3/2017), ulama asal India, Zakir Naik, memaparkan pandangannya tentang surat Al Maidah ayat 51.

Dia menjelaskannya setelah mendapatkan pertanyaan dari hadirin. Pertanyaan tersebut dilontarkan karena surat tersebut sekarang menjadi sorotan publik setelah muncul kasus Gubernur Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). 

Penceramah sohor tersebut menjelaskan dalam bahasa Inggris:

"As far as what does Quran said at Al Maidah chapter 51, that let believes, take not as friend as protectors the Jews. Because they are the friends themselves. But, it doesn't mean you can not talk to them.  As friend no problem, but as the protecter that means. Auliya."

So Quran said you can be good to them, you can be kind, you can help them out, but as for protecter means the best of the commentary of Quran is Quran it self.

If you choose the protecters of the muslim or non muslim, the Quran says take muslim. Because, if we don't do this Allah help for nothing."

Usai Zakir menerangkannya, seorang penerjemah menjelaskan dalam bahasa Indonesia yang artinya:

"Al Quran jelas-jelas menyampaikan, bahwa biarkan umat yang percaya. Tidak berteman dengan yahudi. Karena, mereka hanya bersahabat dengan dirinya sendiri. 

Itu bukan berarti kita tidak boleh bicara dengan mereka. Itu artinya apabila kita menjaga persahabatan itu tidak masalah. Namun sebagai pelindung .... 

Apabila kita Islam untuk mencari perlindungan kepada allah dan yang mempercayai Allah.

Bila kita bisa berbaik sangka, kita harus bisa membantu. Akan tetapi untuk sebagai pelindung ada banyak ayat lain juga di alquran. Umat yang percaya, sebagai teman dan pelindung, jadi ada dua opsi, sebagai pelindung Al Quran bilang hanya muslim. 

Karena kalau tidak melakukan hal ini kita tidak dapat bantuan dan pertolongan. 

Di ayat lainnya di Al Quran, barang siapa percaya sebagai pelindung apabila kita memberikan bukti kepada Allah.

Jadi banyak sekali ayat, kita bisa bahas. Jadi sebagai teman membantu tidak masalah, kita tidak boleh berbuat kejahatan. 

Al Quran bilang, Allah melarang untuk berbuat tidak adil kepada nonmuslim. Bila mereka mengusir kita dari rumah, maka kita tidak bisa....

Jadi Islam menganjurkan untuk berbuat baik kepada non muslim.

Tapi untuk pelindung, apabila ada pilihan, untuk kepemimpinan, maka yang muslim jauh lebih baik daripada nonmuslim." Sumber www.suara.com

ZAKIR NAIK, MAMAH DEDEH & INDUSTRI AGAMA

Saya bulak balik ditantang untuk datang ke acara Zakir Naik, supaya dapat pencerahan katanya..

Saya malah bingung, apa keuntungannya buat saya ya ? Sama sekali tidak ada. Zakir Naik hanya satu dari sekian ribu orang yang mempelajari kitab suci dengan tafsiran terhadap ayat yang berbeda.

Kalau dari segi keilmuan, okelah, Zakir Naik emang top. Dia hapal begitu banyak kitab suci lintas agama yang bahkan belum tentu mampu dihapal oleh para pemeluknya. Tapi dari segi pemahaman terhadap isi kitab, nanti dulu.

Penafsiran Zakir Naik terhadap kalimat-kalimat dalam kitab suci yang harus dipelajari kapan, dimana, kepada siapa dan bagaimana ayat itu disampaikan, saya yakin tidak ada apa-apanya dibandingkan Kyai-kyai NU.

Zakir Naik hanya melakukan perbandingan antar ayat di kitab suci A dengan kitab suci B. Dan langsung memberikan kesimpulan bahwa artinya itu begini. Padahal bisa jadi pemahamannya berbeda, hanya karena redaksionalnya yang mirip-mirip langsung ditabrakkan kedua-duanya dengan bahasa "Itu perintah Allah..".

Namanya kitab suci ya jelas itu perintah Tuhan. Masalahnya, benarkah maksud Tuhan sesuai maksud Zakir Naik ?

Gak usah jauh-jauh ke Zakir Naik. Contoh saja Mamah Dedeh.
Saya juga heran betapa beraninya seorang Mamah Dedeh membuat sebuah penafsiran bahkan fatwa atau perintah, hanya berdasarkan pemahamannya yang rendah terhadap ayat. Siapa Mamah Dedeh ? Pendidikan apa yang sudah dilaluinya hingga berani mengatas-namakan perintah Allah berdasarkan tafsirannya ?

Mungkin ketika Mamah Dedeh tiba-tiba "berfatwa", "Ini haram !!" Malaikat langsung mencibir, "Elu sapeee ?"

Menafsirkan apa maksud Tuhan dalam sebuah kitab suci bukan perkara mudah. Di kalangan ulama top saja banyak perbedaan pendapat.

Di Iran ada jenjang untuk bisa menafsirkan kalam Tuhan. 10-15 tahun, sebagai talabeh atau pelajar ilmu agama dengan mempelajari seluruh kitab suci yang ada. Kalau sudah lulus dari sana, tambah lagi sekolah 5-10 tahun untuk menjadi hujjatul Islam. Hujjatul Islam bisa memberikan penafsiran, tapi belum boleh berfatwa. Mereka harus sekolah 5-10 tahun lagi dan jika lulus menjadi Ayatullah - atau para fakih yang bisa mengeluarkan fatwa.

Jadi bayangkan, untuk mengeluarkan sebuah fatwa saja, perjalanan mereka panjang sekali. Bisa usia 70-80 tahun baru disana disebut ulama. Begitu juga di Mesir, kurang lebih sama.

Nah, bandingkan dengan Zakir Naik - apalagi Mamah Dedeh - yang mendadak jadi rujukan banyak orang. Ulama itu tanggung-jawabnya sangat berat karena dia rujukan umat, sebab fatwa ibarat pedang runcing nan tajam yang bisa menggorok leher mereka sendiri.

Tapi pasar memang berbeda. Fatwa menjadi industri baru yang harus diproduksi sebagai sebuah barang siap makan. Komersialisasi ulama menjadikan banyak penceramah instan yang disukai orang yang beragama dengan instan juga. Ada penceramah rasa kari ayam, ada yang ayam bawang, malah ada yang rasa rendang.

Dan si pencari agama juga memilih sesuai selera. Ada yang suka karena si penceramah tampan, ada yang suka model yang memaki-maki dan ada yang suka karena "pokoknya dia terkenal, sering masuk tipi..".

Mereka bahkan tidak mau sulit-sulit melakukan identifikasi, siapa yang memasukkan ilmu ke otak mereka ? Jangan-jangan tukang tambal ban yang hapal satu dua ayat doang, trus ganti profesi karena jadi ustad lebih bergengsi..

Begitulah kenapa nama Zakir Naik melejit, karena ia menggunakan youtube sebagai promosinya. Ditambah judul yang bombastis, "Zakir Naik membuat seribu orang Hindu masuk Islam..". Makin heroiklah dia di kalangan bumi datar yang memimpikan seorang superhero dengan cawat di dalam.

Jadi, untuk apa saya menjadikan Zakir Naik sebagai rujukan kebenaran dan kesalahan ?
Apalagi ditambah iklan, "Pilih yang cawatnya di dalam. H a l a l... Mamah tau sendiri.."
Ah, enaknya malam ini bikin kopi lagi. Seruput ahhh..

SEMANGAT BARU MENUJU SIMALUNGUN UNGGUL

Rio Arnod Saragih Mantan Ketua DPK Himapsi UNIMED
Simalungun adalah salah satu  wilayah kabupaten di provinsi Sumatera Utara yang terkenal dengan banyak kearifan local mulai dari kelompok kekerabatan, seni dan budaya, serta sejarah revolusi sosial yang mengundang pihak akademisi tertarik untuk menelitinya. Simalungun biasanya dikenal dengan nama “tanah timur” yang berarti juga perdamaian, karena menjadi bagian paling timur dari tanah batak. Ibu kota kabupaten Simalungun adalah Pematang Raya yang jaraknya sekitar 150 Kilometer dari kota Medan, provinsi Sumatera Utara.

Banyak kontradiksi yang berkembang saat ini diwilayah simalungun yang membuat melemahnya kompetensi dikalangan masyarakat maupun pribadi lepas pribadi. Banyak orang simalungun menginginkan kesuksesan, namun tidak suka atau malah iri hati tatkala melihat orang lain berhasil. Banyak orang yang menginginkan perubahan, namun ternyata menolaknya ketika perubahan benar-benar terwujud. Banyak orang yang mencari kesempatan, namun menyia-nyiakan manakala kesempatan itu datang. Dan yang menjadi fokus utama permasalahan dalam masyarakat Simalungun adalah kurangnya pejabat publik yang menjadi role model di pemerintah pusat serta provinsi, dan kemajuan dalam menciptakan peluang berwirausaha dalam sector pengusaha masih begitu memprihatinkan sehingga menentukankualitas sumberdaya manusianya yang masih belum dapat bersaing dengan hagemoni luar. 

Jika kita benar-benar ingin merubah masalah ini semua, saya yakin kita harus mengubah paradigma berpikir kita. Menjadi kaum akademisi yang membawa perubahan dan saling menopang satu sama lain. Jika kita melaksanakannya maka akan disebut sebagai pribadi yang unggul. “Simalungun Unggul” Apakah makna sesungguhnya Simalungun Unggul? Yang saya maksudkan dalam konsep ini adalah suatu sikap dan keyakinan dasar bahwa ada hasrat menjadi yang terbaik, suatu sikap percaya diri bahwa sebaik apapun yang dilakukan orang lain, kita dapat melakukan hal tersebut dengan sama baiknya, atau mungkin jauh lebih baik lagi. Menjadi orang Simalungun yang unggul akan menumbuhkan kesukaan untuk belajar, semangat untuk meraih kesuksesan, dan kerinduan untuk berprestasi.  Menciptakan Simalungun yang unggul akan terwujud bilamasing-masing memiliki hasrat membara untuk mengejar kesempurnaan, untuk mencapai apa saja yang unggul. 

Mari kita pandang sekilas sejarah Simalungun yang dulunya memiliki kerajaan yang terkenal dengan istilah “Kerajaan Maroppat” yang terdiri dari kerajaan Nagur, kerajaan Dolog Silau, Panei dan Tanah Jawa. Keempat kerajaan di simalungun ini dulu terkenal dengan symbol kejayaan simalungun. Terkhusus salah satu kerajaan yang mendunia dan terkenal pada saat itua dalah kerajaan Nagur, yaitu kerajaan maritim yang menguasai Simalungun, Bedagai, Batubara, hingga selat malaka.    Kekuatan inilah seharusnya yang menjadipatokan bagimasyarakat simalungun untuk unggul disbanding dengan bangsa lain. Pada prinsipnya banyak tokoh pahlawan yang menjadiacuan bagi orang simalungun dalam sejarahnya namun tidak satupun tokoh pahlawan yang dimasukkan dalam kategori pahlawan nasional.Ini justru pekerjaan rumah yang paling penting bagi masyarakat Simalungun untuk menarik eksistensinya dalam berbangsa dan bernegara.

Sehubungan dengan itu, menjadi Simalungun Unggul perlu kita bangkitkan dalam pendidikan sejak dini atau seluruh lapisan masyarakat Simalungun. Maka dengan hal tersebut semua ikut ambil bagian dalam perubahan yang mencolok di Simalungun. Hal inilah yang menurut saya perlu ditemukan dalam masyarakat Simalungun mudah-mudahan sesegera mungkin. Camkanlah : yang kita cari saat ini lebih dari sekedar keinginan untuk sukses atau untuk menjadi kaya. Namun Simalungun saatini perlu keunggulan dan cirri khas agar menjadi suatu daerah yang penuh dengan martabat.

Yang perlu kita perlukan dalam menyikapi issu-issu sosial di Simalungun saat ini adalah menuju perubahan menjadi orang Simalungun yang Unggul,  yang ditandai dengan mewujudkan potensi diri, dengan menciptakan nilai lebih dan kinerja prima, kerja keras, dan kompetisi yang adil. Saya justru sangat optimis bahwa kita dapat melakukannya karena saya melihat adanya tanda-tanda keunggulan itu dimana-mana. Saya melihat ada banyak perkembangan yang begitu besar di Simalungun baik dalam sisi kaum akademisi, civil society, ataupun dalam organisasi kesimalungunan. Namun yang perlu kita lakukan adalah membangunnya sedemikian rupa sehingga menjadi trennasional. Kita dapat melihat orang orang Simalungun yang unggul meresapi segi kehidupan masyarakat kita yaitu kita perlumelihatnya di sekolah dan universitas, komunitas atau organisasi, lembaga pemerintahan, serta perilaku masyarakat Simalungun diberbagai daerah.

Saya menyadari bahwa bagian tersulit adalah bagaimana menyulutkan semangat Simalungun Unggul ini. Namun seperti halnya nyala api, semakin banyak orang menyalakan titik cahaya api maka akan semakin besar kemungkinan orang akan tersinari oleh cahayanya. Kita harus mengingat orang simalungun perlu kesatuan yang kuat ditengah minimnya kesadaran diri.


Detail Penulis : 
Rio Arnod Saragih (Pend. Kewarganegaraan UNIMED)
Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (HIMAPSI) Universitas Negeri Medan

Minggu, 02 April 2017

Pengurus Pusat Pemuda GKPS periode 2017 - 2020

Selamat atas terpilihnya Pengurus Pusat Pemuda GKPS periode 2017 - 2020, Perlengkapilah Jemaat Menjadi Pelayan yang Berhikmat, Beriman dan Berhati Tulus Agar Semakin Sempurna serta Membawa Kesejahteraan dan Kebaikan bagi Gereja, Masyarakat dan Negara.

Susunan kepengurusan "Diperlengkapi untuk Melakukan Perbuatan Baik" :

Ketua Umum: Tommi EL Purba
Ketua 1: Adie Damanik
Ketua 2: Arita Purba Tondang
Sekretaris Umum: Benni Polin P Purba
Sekretaris 1: Herma Wati Purba
Sekretaris 2: Hotmaria Saragih Simarmata
Bendahara Umum: Hery Anto Sinaga

Korwil Distrik 1: Jonry Sinaga
Korwil Distrik 2: Meydi Purba
Korwil Distrik 3: Keyla Ambarita
Korwil Distrik 4: Diksionery Sipayung
Korwil Distrik 5: Jan Rukun Saragih
Korwil Distrik 6: Jarudin Sinaga


Korwil Distrik 7: Romario Saragih
Korwil Distrik 8: Roland Saragih
Korwil Distrik 9: Chandra McNaibaho

PAW Perutusan Sinode Bolon Seksi Pemuda:
Distrik 7: Bill Christian Purba
Distrik 8: SOkay ROnie
Distrik 9: Gery Lineker Purba

Selamat Mangidangi ma hubani Nasiam hasoman Pengurus Pusat Pemuda GKPS 2017-2020.
Ibohali manghorjahon na madear..

Horas!
Sinasih, 31 Maret - 02 April 2017

Di Putaran Kedua, Pemilih Pilkada Jakarta Lebih Terintimidasi

Spanduk provokatif yang terpajang di Masjid Jami Nurul Islam, Jalan Pondok Randu, RT4/RW2, Duri Kosambi, Cengkareng, Rabu (15/3/2017). [Suara.com/Welly Hidayat]
Komisioner KPU DKI Jakarta Dahlia Umar menyebut Pilkada DKI Jakarta putaran kedua lebih terancam bahaya dibanding Pilkada putaran pertama.
Intimidasi kepada pemilih dengan adanya spanduk bernuansa kekerasan, bukan lagi intimidasi kepada pasangan calon seperti penghadangan.
"Kalau putaran pertama intimidasi ke calon (cagub-cawagub), ada penghadangan. Kalau putaran kedua, ini justru lebih berbahaya karena yang terintimidasi itu pemilih dengan adanya spanduk-spanduk bernuansa kekerasan," ujar Dahlia Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (1/4/2016).
Spanduk-spanduk yang dimaksud yakni tidak menyolatkan jenazah pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat di beberapa masjid.
Maka dari itu, ia menuturkan perlunya ada tindakan tegas bagi pelaku yang melakukan intimidasi kepada pasangan calon ataupun kepada pemilih.Ia menilai intimidasi kepada pemilih atau masyarakat lebih berbahaya karena pemilih tidak mendapat fasiltas keamanan, yang tidak didapatkan oleh pasangan calon kepala daerah. Hal tersebut kata Dahlia tidak boleh adanya kriminalisasi kepada pemilh.
"Itu lebih berbahaya, karena kalau calon (cagub-cawagub) itu dia dilindungi, diamankan oleh polisi, kemana pergi dapat fasilitas keamanan. Kalau pendukung sekadar pendukung, tapi dia nggak boleh dikriminalisasi karena pilihannya," ucap dia.
"Saya kira itu harus ditindak keras, karena kita tidak hanya melayani calon, tapi juga pemilih, namanya kebebasan berekspresi dan kebebasan pilihaan politik itu harus dihormati dan dijaga secara bermartabat," tandasnya. Sumber www.suara.com

Sabtu, 01 April 2017

Pemuda GKPS BANGKIT!

Selamat dan sukses ma hubani nasiam pemuda GKPS namandihuti RPL Pemuda na marianan i huta sinasih nagori sinasih kec siloukahen kab simalungun naipukkah sadarion das hu ari minggu.

Mungkin ibagas acara RPL on bahatma kegiatan2 nailaksanahon namamukkahma ai registrasi peserta, ibadah pembukaan,seminar-seminar,laporan pertanggung jawaban pengurus,sering distrik,janah intini aima periodesiasi pengurus pemuda janah nalang kalah seruni aima marsombuh sihol tene..

Harapdo uhurhu namin sebagai mantan pemuda ase mardalan ibagas nadearma RPL on janah hubani hasoman2 natarpilih holi nagabe 

pengurus ase tetap rendah hati,dan mampu mamboan pemuda GKPS ke arah yang lebih mantap dan penuh dengat semangat baru.

Nalape tarpilih ase totap huma sabar dan menerima dengan lapang dada.

KGPS memang gereja kesukuan tapi kenyataanni lang pitah hita simalungun nagabe wargani gkps on,dong do ai toba, tapsel, karo, jawa, nias, pakon suku nalegan,tottu ibagas ai iporluhondo pengurus yang benar2 mampu untuk mengayomi dan semangat baru songon mottoni pinpinanta isimalungun on aima SEMANGATBARU.

Pemukulan Gong oleh Pendeta Paul Ulrich Munthe sebagai Sekjen GKPS
Pemberian Ulos kepada Bupati Simalungun JR Saragih
Selamat mar RPL ma hubani nasiam tene andohar mardalan ibagas natorsa janah majagiah. 
Horas. Horas. Horas. Sumber Johan Purba 

Pengusaha Cantik Ini dapat Dukungan Untuk Maju di Pilgub Sumut 2018 Mendatang

Ade Sandra Purba 
Meski pelaksanaan Pemilihan Gubernur Sumut berlangsung 2018, saat ini nama-nama yang akan maju terus bermunculan di dunia maya.
Mulai dari nama-nama kepala daerah, politisi sampai pengusaha. Seperti nama Ade Sandra Purba (42) yang merupakan seorang pengusaha sukses di Medan.
Nama Ade Sandra tidak lah begitu asing di Sumut, selain pengusaha, ia juga merupakan Ketua Pergerakan Indonesia (PI) Sumut.
Saat berbincang dengan tribun, meski masih malu-malu, namun ia menyatakan siap maju dalam Pilgub mendatang.
"Sebenarnya belum bisa dikatakan maju, namun saat ini beberapa dukungan dari adik-adik mahasiswa meminta saya untuk maju," ucapnya saat berbincang dengan Tribun-Medan.com, Kamis (31/3/2016).
Dukungan dari adik-adik mahasiswa tersebut menurutnya tidak bisa diabaikan begitu saja. Karena alasan dukungan tersebut sambungnya ingin membawa perubahan ke Sumut.
"Bukannya tidak menghargai para senior saya, tapi dukungan ini akan tetap saya anggap sebagai motifasi," jelasnya.
Sejauh ini sambungnya, ada beberapa tim dari nama-nama tenar dalam politik yang sudah mendatanginya untuk mendampingi tokoh politik yang mereka dukung."Sudah banyak dari tim politik yang datang ke saya, untuk meminta maju dalam pilgub nanti. Namun saat ini masih belum ada saya putuskan karena waktu masih panjang," ucapnya.
Saat namanya sudah digembar-gemborkan maju di Pilgub Sumut di dunia maya seperti Facebook. Banyak kawan, rekan kerja dan juga keluarganya menanyakan keseriusannya.
"Banyak yang sudah menelepon saya, menanyakan keseriusan saya dan saya bilang, itu merupakan permintaan adik-adik mahasiswa yang ingin adanya perubahan di Sumut," jelasnya.
Ketika ditanya, apa yang mendasari ia maju. Ia tidak mau menjelaskan lebih terperinci.
"Kalau bicara itu, tentunya bicara visi misi dan menurut saya masih terlalu dini untuk di bicarakan. Tapi saya ingin membawa sumut ini mempunyai keterbukaan informasi, seperti apa yang telah diterapkan oleh Ahok Gubernur DKI Jakarta," jelasnya.
Selain nama Ade Sandra dan calon petahana T Erry, ada juga nama mantan walikota Binjai, Ali Umri dan Bupati Langkat Ngogesa Sitepu yang disebut-sebut maju dalam Pilgub sumut. Sumber medan.tribunnews.com

Lihat foto-foto pengusaha cantik ini di sini

Mempersiapkan generasi mudanya untuk jadi pemimpin masa depannya

Yanes David Sidabutar
Awak curhat dulu ini. 4 hari bersama mereka minggu lalu benar-benar menjadi pembelajaran pribadi buatku. Fakta bahwa mereka adalah -- gabungan dari orang-orang kementrian pariwisata negeri jiran nan mungil, dan para direktur, vice president, country manager dari perusahaan-perusahaan properti, kapal pesiar, serta hotel raksasa yang bermarkas di sana -- di range usia 30-40 tahun membuatku cukup heran sekaligus kagum. Selain mereka adalah jebolan-jebolan kampus UK dan Ivy League di Amrik, mereka pun sangat respektif kepada orang-orang di sekitarnya. Bagaimana mungkin mereka mengurusi perusahaan raksasa dan menjadi orang penting di pemerintahan di usia muda begini?

Lalu sambil bercanda, aku pun berujar sok tahu di dalam bus kepada mereka, "Kalian hebat kali bah. Sepertinya kalian akan jadi menteri atau pimpinan di pemerintahan kalian nanti."

Lalu dengan nada rendah (agak lesu), mereka seakan serentak berespon, "No laaaah. Kami tak akan bisa lebih jauh lagi. Untuk menjadi menteri dan pimpinan-pimpinan lembaga pemerintahan, kami harus sudah 'diculik' dan dikader sebaik mungkin sejak remaja (sebelum 20 tahun). Kami tidak termasuk salah satu di antara mereka."

"Alamaaaak!!! Really, ah? How come?, sergahku. 

"Of course lah...kami cuma negeri kecil wakkk. Harus sangat baik mempersiapkan pemimpin-pemimpin kami."

Ngeri juga bah. Cemana mau nekong negeri yang diisi manusia-manusia begini ya? Pendidikan dan kaderisasi mereka pun kuat kali.

Ah...semoga perlahan tapi pasti negeriku bisa mulai sangat serius "menculik" dan mempersiapkan generasi mudanya untuk jadi pemimpin-pemimpin masa depannya.

Banyak kali yang harus dipelajari dari berbagai negeri dan manusianya. Itu akan terus menahan kakimu menjejak ke bumi, memenjarakan hatimu untuk tetap rendah di bawah, serendah palung laut terdalam di dunia...sesuatu yang akan terus menjauhkanmu dari istilah "Bagaikan katak di bawah tempurung".

Untuk teruna-teruna muda Indonesia, yuk belajar terus, tanpa perlu malu mengakui bahwa kita sebagai bangsa masih harus terus belajar, bersinergi, sambil terus menatap ke langit sebagai tempat menggantungkan impian.

Semangat terus, orang-orang muda pecinta Danau Toba!!!! Kampung kita ini memang banyak masalah...namun kutuk dan sumpah-serapah tak akan pernah mampu membuatnya lebih indah. Sumber Yanes David Sidabutar

Jumat, 31 Maret 2017

SEMUA GARA-GARA AHOK

EMANG kamu aja yang ingin kepala daerah kita itu bisa meraih kursi Sumut-1, Kawan? Kita jugalah yaaww...!!!
.
Oleh karenanya, jangan t'rus gampang-gampang kali marah, ngancam-ngancam, atau menyebut orang lain sebagai Yudas Iskariot, bila orang lain itu menyampaikan kritik membangun buat kepala daerah kita itu.
.
Yang akan milih kepala daerah kita itu bukan hanya orang Buntu Parilahan, Hutabayu Raja, atau Lumpat ni Hirik, dll.; melainkan juga orang Tiganderket, Sosa, Si-borong2, dan sangat banyak lagi.
.
Ekspektasi (harapan, tuntutan) kita terhadap sosok Gubernur Sumut sudah 30 kali lipat lebih daripada ekspektasi kita terhadap hanya seorang sosok bupati/walikota kita masing2.
.
Belum lagi karena adanya faktor Ahok (Basuki Tjahaja Purnama), Kang Emil (Ridwan Kamil), Kang Dedi (Dedi Mulyadi), Bu Tri Rismaharini, dll. yang telah mengubah standar seorang kepala daerah, apalagi tingkat provinsi. Semua (berubah) gara2 Ahok.
.
Jika seorang bakal calon tidak terbukti menjalankan pemerintahannya selama ini dengan bersih, transparan, dan profesional, bagaimana pula rakyat/penduduk Sumatera Utara akan memilihnya?
.
Jika selama ini birokrasi itu dibiarkan seperti "ikan yg busuk dari kepalanya" (baca: adanya pungutan-pungutan untuk suatu jabatan/kedudukan, rekrutmen tenaga honorer, dan semacamnya yang sering disebut masyarakat sebagai "isi pulsa" dan/atau "menge-charge"), bagaimana rakyat/penduduk Sumatera Utara akan memilihnya?
.
Jika soa-soal aset pemerintah daerah se-olah2 misterius (baca: tiba-tiba saja beberapa aset eks kantor-kantor pemerintahan sudah berada di tangan [dalam pengelolaan] pihak ketiga), di manakah yang disebut dengan pemerintahan yang transparan itu?
.
Jika sesama pejabat saja LUPA di mana teman dekatnya sendiri menjabat (baca: menjadi kepala SKPD/OPD apa) saking seringnya bongkar-pasang - bongkar lagi-pasang lagi - bongkar2 lagi-pasang2 lagi, bagaimana mungkin pejabat-pejabat itu bisa profesional atas tupoksinya karena sudah seperti "suster" (sus hu jai, ter hu jon; sus... ke sana, ter... ke sini).
.
Pernahkah ada niat pemerintah daerah kita itu belajar e-Government secara sungguh-sunguh kepada Ahok? Jika tidak, nanti "ke sini, jut; ke sana, jut; akhirnya ke ja pun jut".
.
(NB: Dilarang marah dan ngancam2)
Sumber Rikanson Jutamardi Purba

Pemuda GKPS diharapkan "Semangat Baru"

Drs Johalim Purba
Ketua Umum Panitia RPL Pemuda GKPS Drs Johalim Purba didampingi Bendahara Resman Saragih SSos mengatakan bahwa pemuda GKPS diharapkan tetap menjaga tradisi adat Simalungun. Begitu juga dengan tradisi gereja yaitu koor. Ada kecenderungan Pemuda GKPS sudah tidak semangat lagi ber koor padahal koor adalah tradisi grejawi yang sangat berdampak pada pembentukan karakter Pemuda GKPS.

Johalim mengatakan Koor memunculkan perasaan kekompakan dan kerja sama dengan ber koor kita memupuk persaudaraan dan kekompakan, dan yang utama memuji Tuhan.
Untuk melakukan hal tersebut maka diperlukan semangat, diperlukan Semangat Baru agar Pemuda GKPS bangkit menjadi lebih baik lagi.

Dengan Semangat Baru pumuda GKPS juga hendaknya memberikan dukungan, kepada DR JR Saragih SH MM untuk mewujudkan Semangat Baru Sumut. tentu kita sudah mendengar tentang Semangat Baru Sumut.

Sebagai warga GKPS tentu kita bangga dengan DR JR Saragih SH MM marilah kita berikan saran kritik serta pokok pikiran sekarang caranya mudah dengan berinteraksi lewat dunia maya pun kita dapat mensosialisaikannya ujar Johalim Purba.

Johalim kemudian bertanya apakah pemuda GKPS mendukung Semangat Baru Sumut dengan nada keras serempak pemuda mengatakan MENDUKUNG SEMANGAT BARU SUMUT..

Mangadati Lewat Video Streaming

Seorang teman, sebut saja namanya Bornok. Ia pria Batak yang baik. Beberapa tahun lalu ia menikah di Jawa, dengan gadis Jawa, dipestakan dengan menggunakan adat Jawa. karena keduanya sama-sama Katolik, maka sebelum pesta adat, mereka terlebih dahulu diberkati di Gereja.

Oh ya, keduanya sudah memiliki sepasang anak yang satu cowok ganteng dan satu lagi cewek cantik. Tentu saja, karena perkawinan mereka sudah berusia sepuluh tahun.

Pada awalnya, ayah-ibu Bornok tak terima anak sulungnya (siakkanganna) menikah dengan "boru sileban" (orang diluar Batak), apalagi dipestakan dengan adat sileban pula.

Nyatanya, Bornok yang asal Siantar itu tak pernah pulang. Boro-boro memperlihatkan cucunya, ia justru selalu takut untuk pulang. Untung saja, seiring waktu, sang ibu yang tadinya takt terima keadaan tersebut, datang sesekali ke Jawa melihat "pahompu panggoaran"-nya (cucu pertama dari anak pertama).

Lalu kutanya, "Nok, kenapa kau tak mau pulang? Apa kau tak rindu sama mamak sama bapak kau?"
Bornok hanya menjawab, "Kepengen sih pulang, sekalian memperkenalkan itomu (maksudnya, istrinya) kepada keluarga besar di kampung. Cuma, kata mamak dan bapak, kalau mau pulang sekalian saja "Mangadati" (meresemkian perkawinan secara adat Batak)."

"Loh, bagus tuh Nok. Bukannya keren banget lu pulang sekalian pesta. Masalahnya apa kok ditunda-tunda?" tanyaku iseng.

Bornok tertawa ringkih. Kalkulator di otaknya langsung menyala.
Sumber Lusius Sinurat

"Pura-pura tak tahu nya lae soal pesta kita. Bisa lae bayangkan saya harus datang dari Jawa (Tengah) ke sumatera bersama keluarga saya, 1 istri, 2 anak, sepasang mertua. Ini baru soal ongkos.

Tak mungkin pula kita cuma sehari di kampung. Banyak ritual adat yang harus kita ikuti, mulai dari penyematan marga ke istriku oleh pihak hula-hula. Itu saja sudah harus acara makan-makan segala.

Pokoknya entah apa lagi lah itu. Masih ada beberapa acara yang aku tak ingat namanya, hingga terakhir pesta adat. Kuhitung-hitung, kalau cuma 100 jutaan bisa jadi tak cukup.

Itu makanya, sekarang aku kumpulin duit yang banyak dulu, biar bisa pulang sekaligus mar-pesta mangadati di kampung," kata Bornok dengan nada pusing.

Dengan perasaan sok tahu, saya menanggapi begini, "Ngapain pula kau pusingkan itu Nok. Basa do Tuhan i (Allah mahabaik). Lagi pula soal pesta adat tadi, enggak mestilah besar dan mengundang seluruh penduduk Sumatera Utara. Karena kau udah menikah dan punya anak, maka pestanya sederhana aja. Lagian semua itu kan soal simbolik aja"

"Mana bisa gitu lae. Macam tak tahu pula lae kalau halak hita (maksudnya orang Batak) itu suka pesta. Mereka tahunya kalau kita perantau ini banyak uang. Bagi halak hita, pesta perkawinan itu seringkali dikait-kaitkan dengan harga diri, soal status sosial pula. Mampuslah awak kalau gitu. Kerjaan awak, bukannya direktur pertamina. Cuma karyawan nya awak di Jawa ini."

"Loh bukannya kalau orang Batak itu mau pesta dibiayai bersama dengan keluarga pihak laki-laki? ' tanyaku.

"Biar lae tahu, kalau sesama Batak bertanya "Andigan do pesta i" (kapan menikah) itu harus dimaknai sebagai "Kapan kau mentraktir / membuat kami senang".

Terus, walaupun di mulut mereka selalu bilang, "Kalau soal uang itu gampanglah itu", tetapi sebetulnya hitung-hitungan ekonomis (distribusi uang masuk dan uang keluar) di pesat Batak itu sangatlah jelas," kata Bornok mengenai kerisauannya.

Menikah memang bukan hal mudah, apalagi Anda sebagai orang Batak. Selain mencari pasangan, Anda harus siap-siap mencari uang sebanyak mungkin untuk membiayai pesta. Memang tak dipaksakan harus mengadakan pesat besar. Tetapi, seperti kita ketahui, semua orang Batak tampaknya satu keluarga.

Sebegitu penting perkawinan dalam adat Batak. Selain untuk memperbanyak jumlah (godang anak dohot boru), juga karena perkawinan itu menyangkut ikatan sosial dari dua pihak keluarga, bukan melulu perkawinan dua orang.

Tak hanya di Batak, di banyak daerah lain di Indonesia, upacara adat tak perkawinan membutuhkan uang dengan jumlah yang amat besar. Teman saya yang Tionghoa, Manado, Sunda, Jawa, Padang, dst yang ada di Bandung bahkan rela ngutang sana, ngutang sini hanya karena ingin menikah di hotel besar.

Persoalannya apa yang teman-teman tadi lakukan seringkali hanya ambisi pribadi. Sebaliknya, bila Anda orang Batak, besar kecilnya pesat selalu erat terkait dengan gengsi keluarga.

Maka untuk menghibur diri sendiri, orang-orang Batak yang tak punya uang -- seperti teman dalam cerita di atas -- harus rela mengantri, mengumpulkan uang yang banuak dulu agar bisa "diadatkan" alias menginaugurasi perkawinannya seturut adat Batak yang melekat sebagai identitasnya.

Akhirnya inilah usulku ke Bornok, teman saya tadi.

"Sudah tak apa-apa. Jangan takut soal uang kalau mau mangadati. Karena sekarang acara mangadati pun sudah bisa lewat video Call. Yang penting jangan lupa isi kuota internet aja, karena saya sudah undang raja parhata (MC) dari sini, juga segala jenis ulos udah kupinjam.

Sekarang lae tinggal pilih, mau mengundang siapa. Oppung Pius Datubara, Menteri Ignatius Jonan, menteri kelautan atau siapa saja. Nati kita hubungi dan rekam ucapan selamat mereka.

Terus, soal mangulosi (memberi ulos) lae juga tidak usah kuatir, karena semua pihak Hula-hula, Boru dan Dongan Tubu sudah kita hubungi via video call juga.
Makanya, lae santai aja ya.... hahahaha...
#SaiNaAdongDo
Sumber FB Lusius Sinurat

IMAS-USU MENGAJAR V

Horas Simalungun! 
Kami dari Tim Imas-Usu Mengajar V akan mengadakan IMAS-USU MENGAJAR yaitu merupakan bimbingan intensif gratis kepada adik-adik yang berasal dari Simalungun namun terkendala dalam hal biaya "kuota 30 orang". Kegiatan ini akan berlangsung mulai tgl 17 April - 13 Mei 2017.

Untuk mendukung program ini kami membutuhkan:

  • Meja 30 buah ( 10 buah sudah tersedia )
  • Silabus pembelajaran 30 buah ( 10 buah sudah tersedia )

  • Bank soal 30 buah ( belum tersedia )
  • Papan tulis besar 1 buah ( belum tersedia )
  • Alat tulis ( 5 buah spidol sudah tersedia, 1 buah tinta sudah tersedia, 2 buah penghapus sudah tersedia)
  • Perpustakaan mini ( belum tersedia )
Jika ada saudara/i atau orangtua kami yang dapat memberikan partisipasi baik materi maupun alat-alat yg kami butuhkan di atas bisa dihubungi CP dibawah atau boleh diantar langsung ke sekretariat kami di Jl. Seruling 30B Pasar 1 Padang Bulan, Medan, agar Imas-Usu Mengajar ini dapat dilaksanakan dengan baik mengingat semangat dan antusiasnya adik-adik SMA di Simalungun untuk melanjut ke perguruan tinggi.

Segala sumbangan dan partisipasi kawan-kawan adalah wujuf kepedulian kita terhadap Pendidikan di Simalungun khususnya untuk siswa/i SMA yang akan melanjut ke PTN.
CP: (081269490541)
Terimakasih..Horas...DIATEITUPA..
Sumber Imas Usu 

Terbongkar, Kata FUI: Aksi 313 untuk Memenangkan Anies-Sandi

Anies Sandi Nyengir Bersama
Forum Umat Islam (FUI) menyatakan Aksi 313 yang digelar esok hari di Jakarta bertujuan untuk memenangkan gubernur muslim di Pilkada DKI. Saat ini, calon gubernur DKI Jakarta yang beragama Islam adalah Anies Baswedan yang berpasangan dengan Sandiaga Uno.

“Aksi besok tidak bubar di istana. Kami akan pulang bareng dan menuju titik yang dituju untuk Salat Maghrib. Ini dalam rangka kesatuan umat Islam bela Islam, Alquran dan memenangkan gubernur muslim Jakarta,” ujar Sekretaris Jenderal FUI Muhammad Al Khathtath kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/3).

Koordinator Aksi 313 Bernard Abdul Jabbar menyatakan kemacetan memang tak dapat dihindarkan saat massa menggelar aksi di jalan. Namun menurutnya, selama ini, aksi yang dimotori FUI tidak pernah berujung ricuh.

“Kami sudah sampaikan ke Polda, ini aksi damai. Selama ini aksi FUI enggak ada rusuh dan merugikan masyarakat. (Kalau) macet pasti terjadi,” kata Bernard saat dihubungi di Jakarta, Rabu (29/3).

Terkait dengan Pilkada DKI Jakarta, hasil survei dari lembaga Pusat Data Bersatu justru menyimpulkan kalangan kelas menengah atas di Jakarta tak terpengaruh dengan kasus dugaan penistaan agama yang kini dihadapi oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Pada Desember, survei itu menyebutkan 58,5 persen responden menganggap Ahok-Djarot bisa menyelesaikan persoalan di Jakarta. Jumlah itu lebih besar dibandingkan pasangan Anies-Sandi yang mendapat 24,9 persen suara dan pasangan Agus-Sylvi yang hanya mendapat 22,9 persen suara.

Meski terjerat kasus itu, mayoritas responden yang diklaim oleh PDB berasal dari kelas menengah atas tetap menempatkan pasangan Ahok-Djarot di posisi teratas sebagai pasangan dengan kemampuan paling baik. Sumber gerilyapolitik.info

Kamis, 30 Maret 2017

RPL Pemuda GKPS di Sinasih Dibuka

Pemukulan Gong pada acara RPL Pemuda GKPS
Pdt Paul Munthe Sekjend GKPS dalam khotbahnya pada ibadah pembukaan RPL Pemuda GKPS yang diambil Josua1: 1-7, Tahun ini rpl pemuda sekaligus periodesasi. Satu sejarah bagi GKPS Sinasih karena disinilah pemilihan pengurus pusat pemuda GKPS se dunia.
Pergantian pengurus bukanlah sekedar penggantian tetapi juga pelimpahan tugas.
Josua adalah orang yang aktif memimpin Israel atau tangan kanan Musa. Josua sdh dipersiapkan Tuhan menggantikan Musa.

Orang yang sudah mengenal dan lama berkecimpung sebaiknya yang melanjutkan kepemimpinan.
Pemuda GKPS adalah umat Allah yang juga mengemban tanggung jawab menjalankan misi sebagai Anak-Anak Allah.

Setiap menjalankan tanggung jawab sebagai Anak Allah maka Allah akan melindungi. Allah tidak akan membiarkan kita sendiri kita kita menjalankan perintah Allah.
Pemuda GKPS harus punya ketetapan hati tidak gampang mundur ketika mengalami tantangan. Jangan mundur ketika ada tantangan. Kekuatan kita datang dari Allah. Pemuda GKPS harus bisa tampil luar biasa jangan biasa-biasa saja dan harus bisa jadi polopor dalam hal kebaikan.

Johalim pemua diharapkan tetap menjaga tradisi Simalungun. Begitu juga dengan tradisi gereja yaitu koor. Pemuda GKPS sebaiknya rajinla koor karena koor menimbulkan perasaan kekompakan dan kerja sama.
Dengan semangat hendaknya pemuda memberikan dukungan, tentu kita sudah mendengar tentang Semangat Baru yaitu niat DR JR Saragih SH MM untuk mewujudkan Semangat Baru Sumut. Sebagai warga GKPS tentu kita bangga dengan DR JR Saragih SH MM marilah kita berikan saran kritik serta pokok pikiran sekarang caranya mudah dengan berinteraksi lewat dunia maya ujar Johalim.

Sementara itu DR JR Saragih SH MM mengatakan bahwa dirnya bisa seperti ini karena pernah jadi pemuda GKPS dan waktu di Balik Papan ketika itu belum ada GKPS jadi pernah jadi Naposo HKBP.
Saya sangat ingin berjumpa dengan pemuda GKPS karena sering diundang menjadi pembicara atau narasumber di gereja lain.

Sekarang banyak pemuda yang tak paham RPL. RPL sesungguhnya adalah ajang koreksi dan refleksi tentang bagaimana pemuda kedepan. Pemuda bisa mempengaruhi orang dan pemuda adalah lilin dan terang.
Saat ini pemuda tidak lagi punya idola sehingga sering salah langkah dan kehilangan arah.
Pemuda harus punya prinsip jangan karena diajak -ajak karena karena diajak ajak sehingga pemuda sering tidak tahu arah dan tujuan.

Pemuda GKPS adalah cermin GKPS sehingga pemuda harus bisa menjadi pelayan ujar JR Saragih. Pembukaan RPL ditandai dengan pemukulan gonrang oleh Sekjend Pdt Paul Munthe. Sumber Menang Jopinus Ramli

Ada Format Baru di Debat Pilgub DKI Putaran Kedua

Jumpa pers di KPU DKI. (Akhmad Mustaqim/detikcom)
Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta akan menggelar debat di pilkada putaran kedua di Bidakara. Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno mengatakan debat akan dilakukan pada 12 April dan akan mempunyai format baru.

"Formatnya akan beda. Selama ini rakyat mendengar pemimpin, sekarang pemimpin mendengar masyarakat. Karena itu, dalam debat nanti akan kami hadirkan kelompok-kelompok masyarakat yang independen, tidak berafiliasi, dan tidak dari binaan paslon," kata Sumarno di kantor KPU DKI, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Rabu (29/3/2017). 

Ia mencontohkan masyarakat yang diundang untuk menyampaikan suara adalah pengusaha kecil, nelayan, guru honorer, dan masyarakat pengguna transportasi umum yang berjubel. Mereka akan menceritakan persoalan keseharian mereka. 

"Itu kita sedang atur formatnya. Kita bentuk tim yang terdiri atas panelis sebagai tim independen. Mereka ini nanti akan menyeleksi kelompok masyarakat yang akan dihadirkan," ujarnya.

Selanjutnya, tema yang akan diangkat pada debat putaran kedua adalah penajaman program yang telah disampaikan saat debat sebelumnya. Sumarno mengatakan hal tersebut perlu dijelaskan lebih lanjut oleh setiap pasangan calon.

"Pada dasarnya hanya menanyakan apa-apa yang sudah disampaikan oleh paslon, seperti kesenjangan sosial dan masalah perumahan. Misal tentang kredit rumah DP nol persen, kartu Jakarta Lansia. Nah, itu seperti apa. Itu nanti mesti diperjelas lagi sama paslonnya," ujarnya.

"Sekarang sedang disiapkan oleh tim kami. Sudah kami bentuk tim ahli yang terdiri atas para ahli perguruan tinggi dan profesional," tutupnya. Sumber detik.com

Inilah 7 Nama Tokoh yang Diprediksi Maju di Pilgub Jabar 2018

Genderang  Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 mulai terasa. Para tokoh Jabar yang mumpuni sudah mulai dipasangkan. Salah satunya seperti yang dilontarkan Pengamat Politik dan Ilmu Pemerintahan, Asep Warlan Yusuf, yang menyinggung nama Netty Heryawan, istri Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, sebagai sosok yang akan maju di Pilgub Jawa Barat 2018.
Grafis

1. Netty Heryawan Istri Gubernur Jabar
2. Deddy Mizwar Wagub Jabar
3. Ridwan Kamil Wali Kota Bandung
4. Wali Kota Bogor Bima Arya
5. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi
6. Ketua DPD PDIP Jabar Tubagus Hasanuddin
7. Pengurus DPD PDIP Jabar Gatot Tjahjono

Dia mengaku sudah mendengar selentingan, Netty akan menjadi calon wakil gubernur pendamping Deddy Mizwar yang saat ini menjabat Wakil Gubernur Jabar, pada perhelatan politik tersebut.

Asep mengatakan, meski Pilgub Jabar akan berlangsung sekitar dua tahun lagi, tetapi di tataran isu sudah muncul beberapa nama tokoh yang akan maju. Selain Netty dan Deddy Mizwar, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil pun dikabarkan didorong untuk ikut serta.

Selain itu, Wali Kota Bogor Bima Arya, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Ketua DPD PDIP Jabar Tubagus Hasanuddin dan Pengurus DPD PDIP Gatot Tjahjono, serta sejumlah nama tokoh lainnya juga dikabarkan akan bertarung menggantikan Ahmad Heryawan untuk gubernur/wakil gubernur Jabar periode 2018-2022.

“Memang peta sekarang belum terlihat jelas, masih dalam tahap diam-diam, bisik-bisik, ngumpul-ngumpul, ngobrol-ngobrol. Nah di kumpulan-kumpulan pembicaraan itu ternyata masih belum terlihat siapa yang banyak dibicarakan, misalnya Deddy Mizwar. Bahkan dia sudah digadang-gadang dengan Bu Netty sebagai wakil gubernur, kitu cenah (katanya),” papar Asep kepada wartawan saat dihubungi, Senin (8/2).

Dia menilai, dari segi ketokohan, nama-nama yang disebut-sebut itu semua cukup mumpuni untuk bertarung di pilgub. Namun kekuatan profil saja tidak cukup, masih banyak faktor lain yang harus dipenuhi, seperti menyusun program kerja yang cerdas, kemampuan membangun tim sukses, kekuatan dana, serta sejumlah faktor pendukung lainnya.

“Jadi tergantung juga nih. Kalau dilihat dari kekuatan dana, Deddy Mizwar, Tubagus Hasanuddin, Ridwan Kamil, tidak akan sulit lah bertarung di Pilgub Jabar. Begitu juga tim sukses yang dibentuk, pendukungnya siapa saja yang akan memajukan dia,” katanya.

Sementara itu, Asep menyebut, idealnya jumlah pasangan yang akan maju dalam Pilgub Jabar maksimal tiga pasang.

“Tapi sepertinya tahun ini akan ramai betul nih, banyak forum yang bisa menggodok-godok, menggadang-gadang itu. Mudah-mudahan tidak lebih dari tiga pasang,” pungkasnya. Sumber jabar.pojoksatu.id

Jika Ahok Kalah Maka Jokowi Akan Kalah dengan Cara Ini

Ahok datang dengan gagah, kepuasan warga Jakarta diatas 70%, elektabilitas diatas 70%. Angka yang fantastis hingga banyak lawan yang ragu-ragu untuk maju. Mereka bak melawan Superman yang sulit dikalahkan, kecuali dengan Kryptonite dan Kryptonite itu adalah isu sara.

Super Ahok pun rontok perlahan-lahan, isu di Pulau Seribu terus digoreng ada yang rica-rica, lada hitam, cripsy, pokoknya diolah dengan berbagai sudut. Bayangkan dari elektabilitas 70% bisa rontok hingga 10% dengan menggunakan isu sara. Saat ini ada satu skenario yang sedang dicoba oleh lawan-lawan Jokowi, dan Ahok adalah test case-nya. Jika Ahok berhasil dikalahkan dengan cara ini maka mereka punya strategi yang ampuh untuk bisa mengalahkan Jokowi.

Mereka sangat berambisi untuk menjatuhkan Jokowi, jika tidak bisa saat ini maka nanti saat Pilpres. Karena kondisi saat ini tidak nyaman lagi bagi usaha mereka, bisnis mereka, ladang-ladang penghasil uang mereka. Jokowi baru berjalan 3 tahun saja mereka sudah megap-megap apalagi jika sampai 10 tahun Jokowi memerintah, bisa habis mereka.

Strategi Jokowi dan Ahok selama ini memiliki kesamaan. Keduanya merebut hati rakyat dengan kerja, kerja dan kerja, sehingga rakyat bisa melihat hasilnya. Mencari uang dari berbagai sumber lain, tidak bergantung pada APBD atau APBN 100% dan menutup berbagai kebocoran. Dengan uang tersebut mereka bisa menunjukkan hasilnya pada rakyat. Dan tentu strategi blusukan, menyentuh langsung hati rakyat, kesederhanaan dan juga yang terpenting adalah kejujuran. Jokowi dan Ahok sangat percaya bahwa strategi ini adalah cara terbaik untuk merebut hari rakyat. Terbukti kepuasan terhadap kinerja Ahok 70% lebih dan kepuasan pada kinerja Jokowi 65% lebih.

Lalu bagaimana mengalahkan keduanya? Ahok rontok diserang isu sara. “Kelemahan” Ahok karena dia minoritas ganda dan itu digunakan terus untuk menyerang Ahok. Dan jika pada Pilkada saat ini Ahok bisa dikalahkan maka mereka paham bahwa strategi kerja,kerja,kerja yang dilakukan Ahok dapat dikalahkan. Sehingga cara yang sama dapat digunakan untuk menjatuhkan Jokowi di 2019 nanti.

Tapi Jokowi bukan minoritas ganda?

Tidak masalah apakah dia minoritas atau bukan, yang penting ada isu untuk membakar rakyat. Ada isu yang bisa disuntikkan pada pikiran mereka untuk memicu rasa takut. Rasa takut ini akan memicu insting terkuat dalam diri manusia, insting untuk bertahan hidup. Insting yang telah ribuan tahun berhasil membuat manusia menjadi makhluk paling dominan di muka bumi ini. Inilah intinya yang sedang dimainkan saat ini, ketakutan dan kebencian yang dibungkus dengan agama sebagai katalis.

Bibit-bibit rasa takut itu saat ini sudah disebar, sudah merasuk ke sebagian rakyat Indonesia. Juga sudah diatur siapa yang paling terdepan dalam menghadang isu tersebut. Isu PKI sekarang sudah dihebuskan, isu yang efektif karena ampuh mengaburkan musuh sebenarnya sekaligus menembak Jokowi. Sejak kampanye 2014 isu Jokowi anak PKI telah dihembuskan dan dengan sengaja isu tersebut dibangkitkan kembali saat ini untuk dipersiapkan sebagai pemantik pada 2019. Lalu siapa yang kelak akan terdepan menggunakan isu PKI ini? Lihat saja siapa yang saat ini paling getol mencitrakan diri sebagai terdepan melawan PKI.

Itu psikologis manusia, misalnya kalau saya teriak-teriak bahwa akan ada alien dari Planet Namec yang akan menghancurkan bumi. Pasti orang-orang akan ketakutan lalu mencari pelindung, orang yang dianggap bisa menjadi pegangan. Kemudian saya tinggal gerakkan saja mereka yang ketakutan itu misalnya dengan ajakan-ajakan untuk bersatu dan melawan.

Saat ini Jokowi memiliki elektabilitas paling tinggi, dengan selisih yang sangat jauh bila dibandingkan tokoh-tokoh lainnya. Sama seperti Ahok, elektabilitas Jokowi akan dirontokkan dengan isu yang mirip dan demo-demo yang mirip. Isu PKI akan dipaksa setara dengan isu yang sedang Ahok hadapi saat ini.

Tidak akan berhenti disitu, cara yang sama akan terus dilakukan di berbagai daerah sehingga perlahan yang akan memimpin negara ini dari pusat hingga daerah adalah orang-orang yang sesuai keinginan mereka. Kita bisa amati ada dua kepentingan yang sedang berebutan. Kepentingan menumpuk harta dan kepentingan mendirikan ideologi baru. Jika Jokowi kalah maka kedua kepentingan ini akan head-to-head, dan saya duga kepentingan menumpuk harta akan kalah.

Jadi Pilkada ini menjadi kritis untuk menentukan nasib kita semua kedepan, bukan hanya warga Jakarta saja. Cara-cara intimidasi sengaja digunakan untuk menakut-nakuti para warga terutama mereka yang minoritas. Mungkin ada beberapa yang berpikir “Ah sudah biar aman pilih selain Ahok saja”, wajar saja tapi sebaiknya berpikir lebih jauh lagi. Bagaimana dengan nasib anak-anak kalian kelak? Karena masa depan mereka yang sebenarnya sedang dipertaruhkan saat ini. Sumber seword.com

DR JR Saragih SH MM Bupati Simalungun yang “Pekerja Keras”

Simalungun,SS

Tak Mengenal Istilah Libur dalam Melayani Masyarakat
DR JR Saragih SH MM dinilai kalangan masyarakat sebagai Bupati Simalungun yang pekerja keras.Dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat DR JR Saragih SH MM tidak mengenal istilah libur. Jika untuk kepentingan melayani masyarakat DR JR Saragih SH MM selalu memberikan waktunya. Demikian rangkuman pendapat tokoh masyarakat Simalungun yang dihimpun SS pekan ini.

Djapaten Poerba BME Sekjend DPP/Presidium PMS mengatakan selama mengabdi sekitar 30 tahun sebagai PNS di Pemkab Simalungun dan setelah pensiun juga aktif di organisasi kemasyarakat di Simalungun sudah banyak Bupati Simalungun yang pernah saya hadapi. Sedikit banyak saya mengenal sifat dan karekter mereka, memang baru DR JR Saragih SH MM yang memang benar-benar pekerja keras melaksanakan tugasnya sebagai Bupati Kabupaten Simalungun.
Kalau bisa saya bandingkan dengan Bupati sebelumnya yang kerjanya lebih kurang sama dengan DR JR Saragih SH MM adalah Bupati Radjamin Purba. Kedua Bupati ini menurut saya memang memberikan pelayanan dan perhatian yang lebih baik bagi masyarakat Kabupaten Simalungun. Keduanya menjadi Bupati tentu pada situasi dan zaman yang berbeda sehingga tidak bisa dibandingkan karya-karnya, hanya saja kesamaan keduanya menurut saya keduanya adalah figur yang pekerja keras ujar Djapaten.
Selanjutnya Djapaten Poerba mengatakan bila kita ikuti gerak cepat Bupati dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat kita bisa kewalahan jadi kalau tidak siap secara fisik dan psikis akan sulit sekali menyesuaikan dengan irama kerja DR JR Saragih SH MM yang memiliki latar belakang militer yang terlatih secara fisik dan wajib memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

Kegesitan dan gerak cepat DR JR Saragih SH MM dalam merespon keluhan masyarakat apalagi jika sudah menyangkut masyarakat kecil memang secara nyata diperlihatkan, dan gerak cepata tersebut bukan untuk mencari perhatian ataupun pencitraan akan tetapi memang datang dari lubuk hatinya yang terdalam sebagai bentuk ekspresi kecintaannya kepada masyarakat Kabupaten Simalungun ujar Djapaten Poerba.

Selanjutnya Ketua DPRD Simalungun Drs Johalim Purba mengatakan jika dibandingkan dengan Djapaten Poerba memang lebih lama Pak Djapaten bergaul dengan banyak Bupati Simalungun sebelumnya karena dia PNS. Akan tetapi selama bekerja sama dengan DR JR Saragih SH MM saya merasakan betapa tulus cintanya DR JR Saragih untuk memajukan Kabupaten Simalungun.
Ketulusan dan kecintaan tersebut diperlihatkan DR JR Saragih SH MM dengan bekerja tak mengenal waktu bahkan tak mengenal waktu libur demi melayani kepentingan masyarakat. Hal tersebut patut kita aprsiasi. Masyarakat Kabupaten Simalungun patut memberikan apresiasi karena memiliki Bupati yang pekerja keras. Dengan kerja kerasnya tersebut kita melihat perubahan yang nyata di Simalungun, dan dengan kerja keras tersebut sehingga masyarakat terus memiliki Semangat Baru memberikan yang terbaik bagi Simalungun ujarnya.
Libur Nyepi JR Saragih Tetap Melayani Masyarakat
Sebagian besar orang merayakan hari libur di Hari Nyepi ini. Hal ini tidak berlaku bagi Bupati Simalungun Dr JR Saragih, SH, MM. Pasalnya, di libur Nyepi ini dirinya tetap menjalankan pekerjaannya sebagai Bupati. Sebagai orang nomor satu di SimalungunDR JR Saragih SH MM tak ingin melepaskan tanggung jawabnya dalam melayani masyarakat. 

DR JR Saragih SH MM tidak pernah memikirkan untuk berlibur karena fokus beliau adalah bekerja demi menjadikan Kabupaten Simalungun menjadi lebih baik. Pagi tadi saja, beliau sudah bertemu masyarakat di Pematang Raya untuk membahas soal budaya," ucap Kadis Kominfo Akmal Harif Siregar di Nagori Sinasih, Kecamatan Raya Kahean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (28/3/).


Selepas pertemuan dengan masyarakat di Pematang Raya yang berlangsung selama satu jam, Bupati langsung bergerak menuju Nagori Sinasih, Kecamatan Raya Kahean, Kabupaten Simalungun. Disana Bupati mengunjungi keluarga Jan Wanner Saragih. Di mana orangtua dari Jan Wanner Saragih yakni St. Talipar Saragih atau dikenal sebagai Opung Gotong David telah berpulang ke pangkuan Sang Pencipta.
Sekira pukul 13.30 WIB, Bupati Simalungun tiba di kediaman Jan Wanner Saragih. Tak lupa, senyuman pun tertuang dalam wajah Bupati saat memberikan salaman maupun bertemu masyarakat. Spontan, masyarakat di Nagori Sinasih, Kecamatan Raya Kahean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara langsung berebut untuk bersalaman dengan Bupati JR Saragih. Bahkan, terlihat pula beberapa warga mengabadikan foto bersama dirinya.
Di sana, Bupati pun memberikan kata-kata penghiburan untuk keluarga yang ditinggalkan atas kepergian St. Talipar Saragih atau dikenal sebagai Opung Gotong David. 

Saya merasa terpukul atas kepergian ini, banyak perjalanan selama beliau hidup dan itu menjadi bagian kenangan kita semua. Manusia berencana, sesungguhnya Tuhan yg mengatur perjalanan manusia dan ini tempat untuk merenung," paparnya. Sumber Suara Simalungun Edisi 717